<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>"Try To Do The BEST Thing for OTHERS"</title>
	<atom:link href="http://webpart2.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://webpart2.wordpress.com</link>
	<description>..:SALAM PERDAMAIAN:.. Kalau di dalam Blog ini ada Iman, Islam, &#38; Ihsan, Bukan berarti eksklusifisme aliran atau agama, Tapi keinginan untuk menyampaikan Cahaya. kalau di dalam Blog ini ada Al Qur'an, itu bukan berarti untuk Golongan, tapi untuk seluruh Ummat manusia. Bukan Al Qur'an untuk Islam, Bukan Dunia untuk Islam, tapi Al Qur'an &#38; Islam untuk Dunia. Islam merindukan perdamaian sejati, Bersama dengan yang lain. By : Part2©2008</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Feb 2011 05:24:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='webpart2.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>"Try To Do The BEST Thing for OTHERS"</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://webpart2.wordpress.com/osd.xml" title="&#34;Try To Do The BEST Thing for OTHERS&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://webpart2.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>~ JANGAN KELIRU MENUHANKAN SURGA ~ Oleh Agus Mustofa</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2011/02/22/jangan-keliru-menuhankan-surga-oleh-agus-mustofa/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2011/02/22/jangan-keliru-menuhankan-surga-oleh-agus-mustofa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 05:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patrap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Awas, jangan sampai keliru bertuhan..! Bertuhan kepada yang remeh temeh akan mengantarkan Anda kepada yang remeh temeh juga. Bertuhan kepada dunia, bakal memperoleh dunia. Bertuhan kepada surga, cuma dapat surga. Bertuhan kepada Sang Penguasa segala, akan mengantarkan Anda hidup mulia. Secara definitif, Tuhan adalah ’sesuatu’ yang selalu mendominasi perhatian kita, dan kita anggap sebagai sumber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=330&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Awas, jangan sampai keliru bertuhan..! Bertuhan kepada yang remeh temeh akan mengantarkan Anda kepada yang remeh temeh juga. Bertuhan kepada dunia, bakal memperoleh dunia. Bertuhan kepada surga, cuma dapat surga. Bertuhan kepada Sang Penguasa segala, akan mengantarkan Anda hidup mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara definitif, Tuhan adalah ’sesuatu’ yang selalu mendominasi perhatian kita, dan kita anggap sebagai sumber segala kebahagiaan. Kualitas beragama seseorang sangat bergantung pada persepsinya tentang Tuhan yang disembahnya itu. Jika persepsinya tentang Tuhan rendah, maka kualitas agamanya pasti juga rendah. Sebaliknya, jika persepsinya tentang Tuhan tinggi, kualitas beragamanya pun bakal tinggi. Perjalanan spiritualnya menjanjikan kenikmatan yang tiada tara.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang yang pusat perhatiannya dalam beragama adalah kepada ritual ibadah. Maka, kenikmatan yang dia peroleh hanyalah sebatas menjalankan ritual belaka. Pokoknya sudah bersyahadat, menjalankan shalat, berpuasa, zakat, dan haji, dia sudah merasa puas. Kenikmatannya dalam beragama, ya hanya sebatas itu. Apakah tidak boleh? Oh, ya boleh-boleh saja. Terserah Anda. Tetapi, betapa sayangnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang beragamanya hanya demikian, jauh kalah nikmat dibandingkan dengan orang yang mempelajari dan memahami makna ibadah ritual. Bisa Anda bayangkan, betapa nikmatnya orang yang bisa menyelami makna syahadatnya? Perjalanan spiritualnya adalah sebuah proses kesaksian atas keberadaan Allah sebagai Tuhannya. Dan Rasulullah sebagai panutannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa kita bayangkan juga, betapa nikmatnya orang yang bisa khusyuk menjalani shalatnya. Sejak takbiratul ihram yang menggetarkan jiwanya, membaca al Fatihah yang penuh makna, rukuk dan bersujud dalam nuansa pengagungan Tuhannya. Dan kemudian bershalawat kepada nabi tercinta yang ditutup dengan salam hangat buat saudara-saudara seagamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau bisa Anda bayangkan pula, mereka yang telah berhasil menjalankan ibadah penuh makna dalam puasanya, zakatnya dan hajinya. Beserta dzikir, doa, dan segala amal ibadahnya. Mereka larut bukan hanya dalam ritual ibadah yang kering rasa, melainkan tenggelam dalam perjalanan makna yang terkandung dalam ibadah yang dihayatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, ketika dikaitkan dengan proses bertuhan, tingkatan ritual dan makna ini sebenarnya masih berada pada tataran awal perjalanan tauhid seseorang. Dan dengan sendirinya, juga perjalanan spiritualnya. Orientasi spritualnya masih berkutat pada diri sendiri. Dalam bahasa tauhid, ketauhidannya masih egoistik. Dia belum bertuhan kepada ’Sesuatu’ yang lebih tinggi, yang seharusnya berproses dengan cara merendahkan kepentingan egonya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemaknaan segala ritual ibadah yang bersifat personal antara seseorang dengan Allah memang menjanjikan kenikmatan yang luar biasa. Tetapi, akan menjadi lebih luar biasa lagi, ketika proses spiritual yang egoistik itu bergeser kepada hal-hal yang bersifat sosialistik. Ini memang seiring dengan apa yang telah kita bahas dalam <em>note</em> tentang kebahagiaan, terdahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Fokus perhatiannya, sebenarnya bukan hanya pada perolehan kenikmatan yang lebih tinggi, melainkan lebih kepada proses peniadaan diri. Atau, setidak-tidaknya pengurangan kepentingan diri sendiri. Dan menggeser kepada kepentingan orang lain, dengan tetap berdasar pada ketauhidan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa ibadah sosial memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan ibadah personal? Karena, seiring dengan amalan sosial itu, kita sedang berproses untuk mengurangi egoisme. Dan ini diperlukan untuk menuju kepada Allah. Hanya orang-orang yang egonya rendah saja yang akan bisa mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu proses yang harus dilewati adalah berkorban untuk orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, kalau kita menolong orang lain, dengan masih punya tendensi untuk memperoleh ’sesuatu imbalan’ dari proses itu, maka itu justru akan mengurangi nilai spiritual yang sedang kita jalankan. Proses pengurangan ego tidak terjadi. Dan proses mendekat kepada Allah pun dengan sendirinya tidak terjadi. Yang ada justru memupuk kepentingan diri sendiri, yang dalam skala tauhid bisa disebut lebih ’bertuhan kepada diri sendiri’ dari pada bertuhan kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam konteks tersebut, pada hakekatnya, kita tidak sedang berbuat kebajikan sosial kepada orang lain, tetapi sedang menunggangi penderitaan mereka untuk memperoleh kenikmatan pribadi. Juga, sebenarnya, kita tidak sedang berproses mendekat kepada Allah dengan cara menaati-Nya, berkorban, dan bersyukur kepada-Nya, melainkan malah memanipulasi Tuhan untuk memenuhi tujuan mencari kebahagiaan diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, kenikmatan yang kita peroleh dalam ibadah sosial itu justru adalah ketika kita bisa meniadakan kepentingan diri sendiri, dan ikhlas berkorban untuk kepentingan orang lain. Maka, dalam waktu bersamaan kita akan memeroleh dua kebahagiaan sekaligus. Yang pertama, karena melihat orang lain bahagia dikarenakan pengorbanan kita. Dan yang kedua, karena kita bisa berproses meniadakan diri dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Pada tingkat ini, kebahagiaannya jauh lebih hebat dibandingkan yang sekedar memahami makna ibadah secara personal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak jarang kita melihat di sekitar kita, ataupun pada diri kita sendiri, bahwa segala ibadah yang kita lakukan itu ternyata tidak berproses untuk bertuhan kepada Allah. Bertuhan yang diajarkan oleh Islam adalah sebuah proses ’peniadaan diri’ untuk memunculkan Eksistensi Allah dalam seluruh lini kehidupan kita. Ini menjadi jalan spiritual utama dalam perjalanan kehidupan seorang muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, yang banyak terjadi, justru kita mengangkat ego kita sendiri untuk menyaingi eksistensi Allah. Tanpa sengaja maupun dengan sengaja. Karena ketidaktahuan ataupun karena keserakahan. Proses-proses keagamaan kita manipulasi untuk menyenangkan diri sendiri. Dan segala yang diluar diri kita, kita ’paksa’ untuk memenuhi segala yang kita maui. Termasuk Tuhan pun kita ’perintah’ untuk memenuhi segala kebutuhan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang demikian ini berbalikan dengan pelajaran utama dalam tauhid. Bahwa proses beragama yang sebenarnya adalah: <em>laa ilaaha illallaah</em> ~ peniadaan segala sesuatu sebagai Tuhan, dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya aktor dalam proses spiritual kita. Justru, kebahagiaan akan muncul dengan cara peniadaan ego kita sebagai manusia, dan meleburkan diri dalam Ego ketuhanan Allah sebagai Penguasa segalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebahagiaan bukan diperoleh dengan cara mengejar-ngejar, melainkan diterima sebagai anugerah Allah, dikarenakan kita berhasil merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Sang Penguasa alam semesta. Bukan ’kepasrahan’ yang pasif, melainkan upaya <strong>berserah diri</strong> yang aktif, lewat perjuangan tiada henti. Dalam istilah yang berbeda, adalah menundukkan dorongan hawa nafsu yang egoistik, dan mengikuti naluri fitrah yang ilahiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala upaya duniawi yang kita lakukan dalam hidup ini justru hanya menjadi sarana untuk meniadakan kepentingan egoistik itu. Harta benda, ilmu, kekuasaan, istri, suami, anak-anak, sampai pada tatanan masyarakat yang ada di sekitar kita, semuanya sekedar sarana bagi perjalanan spiritual yang mendalam. Bukan dengan cara mengasingkan diri dari semua hiruk pikuk duniawi, melainkan justru harus <strong>mencebur</strong> ke dalam realitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak akan bisa melepaskan diri dari semua sarana kehidupan ini. Tetapi, kita bisa menata <em>mindset</em> kita bahwa semua itu bukan Tuhan bagi kita, dimana kebahagiaan kita digantungkan kepadanya. Justru, kebahagiaan sejati bakal muncul dengan cara membuktikan bahwa penguasaan kita atas semua fasilitas duniawi itu tidak membuat kita bergantung kepadanya, sebagai manifestasi dari kalimat: <em>laa ilaha</em> (tidak ada Tuhan pada semua fasilitas duniawi itu). Dan kemudian kita abdikan seluruh hasil perjuangan kita itu kepada Allah, sebagai aplikasi kalimat lanjutannya: <em>illallaah</em> (kecuali hanya kepada Allah semata).</p>
<p style="text-align:justify;">Proses demikian, bukan hanya kita tujukan kepada fasilitas duniawi, melainkan juga fasilitas ukhrawi alias keakhiratan. Banyak orang terjebak kepada keinginan untuk memperoleh surga, seakan-akan surga adalah segala-galanya bagi kehidupan akhiratnya. Jika itu yang terjadi pada pikiran kita, maka sesungguhnya kita telah terjebak kepada menuhankan surga. Tak ada bedanya, dengan kita menganggap berbagai fasilitas dunia ini sebagai sumber segala kebahagiaan kita. Dimana, kita sampai tega menempatkan Allah sebagai ’pelengkap penderita’ yang cuma kita sembah-sembah ketika kita membutuhkan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita boleh berdoa memohon rezeki, tetapi awas jangan sampai menuhankan rezeki. Kita boleh memohon ilmu, tetapi jangan sampai terjebak pada kesombongan keilmuan. Kita juga boleh memohon kekuasaan, tanpa harus terperangkap pada keserakahan. Termasuk kita boleh memohon surga, tanpa harus memandang surga sebagai ’segala-galanya’..!</p>
<p style="text-align:justify;">Justru, orang yang menganggap surga sebagai sumber segala kebahagiaannya, mereka tidak akan menemukan kebahagiaan di surga. Mereka bakal kecele, karena surga hanya akan terasa indah bagi orang-orang yang menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Jika yang dibayangkan adalah sekedar kenikmatan bendawi, Anda akan benar-benar bosan karenanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lha wong</em> sekarang saja, sudah banyak yang tidak tertarik dengan gambaran surga yang bendawi itu. Disana ditawarkan susu dan madu, padahal kita sudah sering minum susu madu, bahkan juga termasuk telur dan jahenya, STMJ. Disana ditawarkan buah-buahan, hampir setiap hari orang Indonesia makan buah-buahan. Disana ditawarkan gelang-gelang emas, ah sekarang trend perhiasan sudah bukan pada emas lagi, melainkan platina alias emas putih. Disana ditawarkan wanita dan pemuda-pemuda sebagai istri dan suami penghuninya, <em>lha</em> disini sudah banyak yang poligami ataupun kawin cerai. Dan seterusnya. Dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita memandang surga seperti itu, dan menggantungkan kebahagiaan kita serendah itu, maka jangan menyesal kalau kita tidak akan memperoleh kebahagiaan karenanya. Karena yang demikian ini adalah persepsi spiritual yang rendah tentang apa yang disebut sebagai kebahagiaan. Dan, jelas-jelas sebuah kesalahan persepsi atas berita surga di dalam al Qur’an al Karim. Karena, kata Allah, apa yang digambarkan itu tak lebih hanyalah <strong>perumpamaan</strong> belaka..!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>QS. Ar Ra’d (13): 35</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Perumpamaan</strong></em><em> </em><strong><em>surga</em></strong><em> yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>QS. Muhammad (47): 15</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Perumpamaan</strong></em><em> </em><strong><em>surga</em></strong><em> yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, (apakah) sama (penghuni surga) dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya</em><em>?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka, awas jangan sampai salah bertuhan..! Bertuhan yang sesungguhnya hanyalah kepada Allah saja. Kebahagiaan akan datang dengan sendirinya sebagai anugerah dari-Nya, saat seluruh jiwa kita hanya terisi oleh Nama-Nya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan itu hanya efek saja dari sebuah proses penyerahan diri secara total kepada Allah Sang Maha Penyayang lagi Maha Bijaksana..!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>QS. Al Hasyr (59): 24</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Dia-lah</strong></em><em> Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>QS. Saba’ (34): 1</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Segala puji</strong></em><em> bagi Allah yang memiliki </em><strong><em>semua</em></strong><em> yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bagi-Nya segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang </em><strong><em>Maha Bijaksana</em></strong><em> lagi Maha Mengetahui.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu a’lam bishshawab</p>
<p style="text-align:justify;">~ salam ~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=330&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2011/02/22/jangan-keliru-menuhankan-surga-oleh-agus-mustofa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2011/01/05/doa-mt-facebook-page/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2011/01/05/doa-mt-facebook-page/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 11:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[Golden Ways]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kebahagiaan keluarga: Tuhan kami Yang Maha Penyayang, &#8230;Engkau telah mengingatkan, keluarga kami adalah surga kami. Haru hatiku saat kusadari bahwa surga Mu bisa kucapai melalui keluargaku. Kini kumengerti, tanda kepantasanku bagi surga Mu adalah jika aku menjadikan keluargaku penuh kasih sayang, damai, dan sejahtera. Tuhan, mampukanlah aku sebagai pembahagia keluargaku. Aamiin Yang sedang rindu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=320&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Untuk kebahagiaan keluarga:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;">Tuhan kami Yang Maha Penyayang, &#8230;Engkau telah mengingatkan, keluarga kami adalah surga kami.</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Haru hatiku saat kusadari bahwa surga Mu bisa kucapai melalui keluargaku.</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Kini kumengerti, tanda kepantasanku bagi surga Mu adalah jika aku menjadikan keluargaku penuh kasih sayang, damai, dan sejahtera.</span><br />
<span style="color:#ffffff;"><span style="color:#ffff99;">Tuhan, mampukanlah aku sebagai pembahagia keluargaku.</span> Aamiin</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Yang sedang rindu punya rumah sendiri  marilah kita berdoa bersama</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;">Tuhan kami Yang Maha Kaya &#8230;dan Maha Pemurah</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Engkau memerintahkan kami untuk tak berharap dan meminta kecuali kepada Mu</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Maka aku mohon Engkau merahmati kami dengan sebuah rumah kecil yang apik untuk menaungi kehidupan keluarga kami yang berbahagia karena memuliakan Nama Mu</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Tuhan, pandangilah wajahku yang sangat berharap in.i</span><span style="color:#ffffff;"> Aamiin</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Yang sedang merindukan pasangan hidup, marilah kita berdoa,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;">&#8230;Ya Tuhan kami Yang Maha Mencintai,  Engkau menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan.</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Dan aku yakin Engkau telah menciptakan pribadi belahan jiwaku.</span><br />
<span style="color:#ffff99;"> Tuhanku, aku sangat rindu untuk memuliakan Nama Mu bersama jiwa kecintaanku dan keluarga cantik yang akan kubangun bersamanya.</span><br />
<span style="color:#ffffff;"><span style="color:#ffff99;">Pasangkanlah aku dalam seindah-indahnya pernikahan</span>.  Aamiin</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Lakukan dengan hati yang tenggelam damai dan khusuk</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;">By </span><span style="color:#666699;"><strong>.:MT Facebook Page:.</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=320&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2011/01/05/doa-mt-facebook-page/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iedul Fitri</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2010/11/06/iedul-fitri/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2010/11/06/iedul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 02:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patrap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya iedul fitri itu bukan tertulis dalam ucapan selamat kartu lebaran, pasti kita adalah orang yang suci yang terbebas dari dosa akibat puasa sebulan. Pastilah hati kita diramaikan gema takbir terucap bersamaan detak jantung. Seandainya kita kembali seperti bayi pasti senyum bahagia terlukis pada wajah kita penuh pesona, kesombongan dan keangkuhan hati telah berubah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=316&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'book antiqua',palatino;">Seandainya </span><span style="font-family:'book antiqua',palatino;"><em>iedul fitri</em></span><span style="font-family:'book antiqua',palatino;"> itu bukan tertulis dalam ucapan selamat kartu lebaran, pasti kita adalah orang yang suci yang terbebas dari dosa akibat puasa sebulan. Pastilah hati kita diramaikan gema takbir terucap bersamaan detak jantung. </span></p>
<p><span style="font-family:'book antiqua',palatino;"> </span><span style="font-family:'book antiqua',palatino;">Seandainya kita kembali seperti bayi pasti senyum bahagia terlukis pada wajah kita penuh pesona, kesombongan dan keangkuhan hati telah berubah menjadi wajah penuh rahmat. Yang bergelar <em>khairul ummah</em>. Yang akan menjadi contoh bagi orang yang membutuhkan pencerahan jiwa yang gelap. </span></p>
<p><span style="font-family:'book antiqua',palatino;">Fitrah bukanlah sebuah ucapan dan rangkaian kata indah, akan tetapi sebuah pengalaman ruhani yang menghiasi dinding qalbu sebagaimana firman Allah : &#8220;<em>akan tetapi Allah yang menurunkan rasa cinta dan iman kedalam hati orang yang beriman dan menjadi hiasan dinding hatinya dan Allah menjadikan benci terhadap kekufuran, kefasikan dan kemaksyiatan </em>&#8220;. </span></p>
<p><span style="font-family:'book antiqua',palatino;"> </span><span style="font-family:'book antiqua',palatino;">Mari kita ucapkan selamat kepada hati yang telah berada pada keadaan ini bukan kepada yang belum mencapainya. Ucapkan kepada yang berhak atas pengalaman spiritual ini. Mohon maaf lahir dan bathien semoga kita berada pada wilayah ini dengan sebenarnya. </span></p>
<p><strong>( SC: Abu Sangkan) ﻿</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=316&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2010/11/06/iedul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RINDU DI SINGGASANA TUHAN (Abu Sangkan)</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2010/05/01/rindu-di-singgasana-tuhan/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2010/05/01/rindu-di-singgasana-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 02:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patrap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Berlangsung di Singgasana Tuhan (I) Disuatu keadaan sebelum diciptakan segala sesuatu, tidak ada bentangan langit yang luas berhias mentari dan trilyunan planet. Akibatnya tidak ada ruang, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak ada utara, tidak ada selatan, tidak ada barat, tidak ada timur, tidak ada sebutan waktu kemarin dan akan datang. Yang ada, keadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=310&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><strong>Berlangsung di Singgasana Tuhan</strong></span> (I)</p>
<p style="text-align:justify;">Disuatu keadaan sebelum diciptakan segala sesuatu, tidak ada bentangan langit yang luas berhias mentari dan trilyunan planet. Akibatnya tidak ada ruang, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak ada utara, tidak ada selatan, tidak ada barat, tidak ada timur, tidak ada sebutan waktu kemarin dan akan datang. Yang ada, keadaan &#8220;NOL&#8221; tetapi &#8220;ADA&#8221;. Keadaan &#8220;Tak ada perbandingan&#8221; . Hanya bisa disebut keadaan &#8220;sekarang&#8221; dan &#8220;disini&#8221;, yaitu keadaan ABADI.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah keadaan sesungguhnya yang berlangsung sampai sekarang, walaupun bumi berputar dan matahari memancarkan sinarnya. Waktu dan arah hanyalah sebuah kejadian oleh sebab akibat. Adanya siang dan malam hanyalah sebuah tipuan sinar matahari yang terhalang oleh punggung bumi. Adanya waktu akan datang dan masa lalu, hanyalah akibat perputaran bumi. Maka pantaslah iblis dan malaikat bisa bertahan hidup abadi disini, karena waktu hanyalah bersifat relatif. Dan Tuhan bersemayam disini abadi tanpa batas, yang disebut awal dan akhir. Dan Tuhan pernah berkata kepada Sang Utusan: <span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Wahai hamba-Ku, jangan engkau berusaha mencari Aku, karena Aku sudah ADA dekat denganmu, dibalik putaran materi proton dan netron yang menyusun tubuhmu. Aku-lah yang disebut KOSONG, Tan kena kinaya apa, yang disebut &#8216;laisa kamistlihi syaiun&#8217;,tidak bisa dipersepsikan dengan segala apa yang ada, Aku-lah hakikat ADA yang dengan berkata KUN ! maka, FAYAKUN dan Jadilah segala sesuatu</em>&#8220;.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Kekuatan sabda-Nya terucap &#8220;KUN&#8221; ! Maka ledakan besarpun terjadi, &#8220;big bang&#8221; ! Getaran sabda-Nya menghasilkan energy yang sangat dahsyat sampai berekspansi memenuhi ruang yang tak terbatas. Putaran energy bergerak dengan sangat cepat membentuk gumpalan-gumpalan berupa asap yang semakin memadat. Hanya dengan hitungan waktu enam masa, terciptalah tujuh petala langit dan benda-benda dari hasil ikatan energy yang sangat padat. Didalamnya ada bumi yang akan dijadikan tempat kekuasaan khalifah Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Para malaikat dipanggil menghadap-Nya disinggasana keabadian,.ditempat tergantungnya <em>Lauhul Mahfudz</em> tanpa huruf. Tampak terpampang rencana Tuhan untuk menciptakan &#8220;khalifah&#8221; di bumi. Dan malaikat telah membaca catatan pada <em>lauh</em> itu, <span style="color:#0000ff;">&#8220;Wahai Tuhanku mengapa Engkau hendak merencanakan yang telah gagal memberikan amanah kepada manusia yang selalu membuat pertumpahan darah?&#8221;. &#8220;</span><em><span style="color:#0000ff;">Bukankah cukup kami saja yang selalu menuruti kehendak-Mu dan selalu memuja-Mu ?&#8221;</span>, </em>protes Malaikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan menampilkan keagungan-Nya tanpa penjelasan rencana-Nya tersebut, dan Ia berkata : <span style="color:#ffff00;">&#8220;<em>Aku lebih tahu dari apa yang kalian tidak ketahui</em>&#8220;, </span>Mendengar jawaban Tuhan, para malaikat dengan perasaan bersalah tanpa pikir lagi langsung menelungkup dihadapan Tuhan. Dan memohon ampun atas kelancangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan merahasiakan kepada malaikat rencana ini, yang sempat mengguncangkan keimanannya kepada Tuhan. Ia telah menganggap Tuhan melakukan percobaan tanpa perencanaan yang baik sehingga manusia masa lalu telah mengingkari amanat kekhalifahannya. Pikirannya masih ragu atas rencana yang akan dilakukan Tuhan.</p>
<p><span style="color:#ffcc00;"><strong>Tuhan Menyusun Inti Tanah (II)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Butir-butir sulalah berupa zat inti bumi mulai bergerak menyusun karbonium, oksigenium, hidrogenium, natrium, dengan diselimuti kekuatan &#8220;KUN&#8221;, membentuk menjadi <em>nuthfah</em>, kemudian <em>&#8216;alaqah</em>, kemudian menjadi <em>mudghah</em>, kemudian <em>&#8216;idhaman</em> yang dibungkus daging sehingga menjadi makhluk baru dengan wajah rupawan bernama &#8220;manusia&#8221;. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang yang tinggi, tampak wajah Tuhan seolah lebih serius perhatiannya terhadap makhluk yang baru diciptakan ini. Para malaikat masih dalam syak wasangka atas ciptaan yang sekedar berupa tanah. Apa gerangan yang membuat Tuhan lebih serius dan bangga. Bukankah ia lebih rendah dari dirinya yang tercipta dari cahaya? Pikirannya selalu menggayuti imannya yang sudah mantap. Ah &#8230; tapi ia berusaha menepisnya, untuk tetap percaya atas af&#8217;al Tuhan. Pandangannya menatap ke wujud tanah yang lemah yang sudah berbentuk, lalu ia melihat sebuah kilatan cahaya menyusup dengan cepat kedalam tubuh manusia ini. Sebuah cahaya yang tidak pernah ia saksikan sebelumnya. Sebuah cahaya yang tidak bisa digambarkan oleh sesuatu. Cahaya diatas cahaya, melampaui cahaya yang membentuk dirinya. Hampir menyamai cahaya Tuhan yang pernah ia saksikan setiap saat. Hampir saja ia menyembahnya karena kemiripannya dengan Tuhan. TIDAK &#8230; ia bukan Tuhan! Malaikat menyangsikan pikirannya sendiri. &#8220;Lalu cahaya apa ?&#8221;, pikirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan mengetahui gerak pikiran malaikat yang terpana menatap kilatan cahaya. Lalu Ia berkata: &#8220;<em>Itulah Roh yang Ku tiupkan yang hampir mirip dengan-Ku, tetapi Ia bukan Aku. Ia hanyalah pantulan Cahaya-Ku, yang karenanya Ia mempunyai sifat seperti Aku. Tetapi ia bukan sama dengan Aku. Karena Cahaya-Ku-lah, Ia mempunyai kehendak bebas seperti Aku, Ia menjadi penguasan seperti Aku. Ia bisa marah dan mempunyai kasih sayang seperti Aku, Ia mempunyai sifat-sifat seperti dalam Asma-Ku. Sehingga ia ku beri gelar RUH-KU. Karena ia Kuberi kemampuan menjadi wakil-Ku,menjadi utusan-Ku, menjadi wali-Ku dan menjadi Duta Istimewa atas nama-KU. Ia Kuberi kebebasan berkuasa di muka bumi, sebagian Kerajaan-Ku yang sangat luas. Untuk itu, hormatlah kalian dengan bersujud di kakinya</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka seluruh malaikat bersujud tanpa menghiraukan pikirannya yang masih belum memahami hakikatnya. &#8220;<em>Inilah sebagian Rahasia-Ku yang tidak bisa kusampaikan kepadamu. Inilah urusan pribadiku yang paling rahasia. Engkau tak akan mampu memasuki wilayah dimensi Ruh bagian dari rahasia-Ku. Beradalah dalam dimensimu yang telah ku tetapkan untuk patuh seperti alam ciptaan-Ku yang lain. Engkau tidak akan mampu menerima amanat dimensi ruh-Tiupan-Ku sehingga engkau akan menjadi penentang-Ku yang paling utama</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara mereka masih ada yang berdiri tegak tanpa memperdulikan perintah Tuhan untuk bersujud. Ia adalah iblis, makhluk yang paling cerdas dan pandai, serta paling setia kepada Tuhan. Akan tetapi, untuk urusan bersujud kepada makhluk yang terbuat dari tanah, menurutnya Tuhan pasti melakukan suatu kekeliruan. Ditunjukkan ketidak setujuannya dengan tetap berdiri. Harapannya agar Tuhan menegurnya dan ia akan memprotes atas perlakuan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajah Tuhan menampakkan kemarahannya kepada iblis, lalu menegurnya dengan lantang : &#8220;<em>Hai Iblis ! Mengapa engkau berani menantang perintah-Ku</em>&#8220;. Iblis tertunduk dalam dan sorot matanya terfokus pada ujung kakinya menandakan kekecewaan yang dalam, dan iblis menjawab : &#8220;<em>Wahai Tuhanku, selama ini kami selalu menuruti perintah-Mu. Bukan kami hendak menentang-Mu sebagai Penguasa langit dan Bumi. Akan tetapi tidak sepantasnya Engkau memerintahkan kami bersujud kepada manusia yang terbuat dari tanah, sedangkan kami Engkau ciptakan dari Api</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Penguasa Jagat Raya tetap dalam pendirian-Nya. Alasan iblis tidak bisa diterima untuk tidak mengikuti perintah-nya. Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi diri-Nya. Tidak ada kesalahan bagi sang Penguasa atas rencana-Nya. Iblis terlanjur mengambil sikap dan menuruti kehendak hatinya yang membara sehingga Tuhan demi kekuasaan-Nya mengutuk sikap iblis tanpa ampunan. Sebab iblis tetap merasa tidak bersalah. Dan Iblis semakin sakit hatinya, karena Tuhan tidak menghiraukan alasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai Hakim Yang Maha Agung, keputusan Tuhan telah ditetapkan. Iblis diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya yang terakhir dihadapan Hakim Yang Maha Agung. Ternyata iblis tetap dalam pendiriannya untuk tidak memohon ampun. Akan tetapi justru memohon dipanjangkan usianya sampai hari dibangkitkan. Dan dibebaskan melakukan apa saja untuk mampu menggoda seluruh manusia, kecuali mereka yang berlindung kepada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permintaan Iblis.</p>
<p><span style="color:#ffcc00;"><strong>Sang Ruh Turun ke bumi (III)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan mengumpulkan seluruh ruh di padang azaly. Suasana terang benderang oleh Cahaya Ilahy yang memantul menjadi sifat ruh yang suci. Adalah gelar &#8220;Ruh-Ku&#8221; yang disandang oleh makhluk yang akan bertugas turun ke bumi. Disaat menjelang persiapan ditiupkan ruh kedalam tubuh manusia, Tuhan berkata: &#8220;<em>Ya Ruhii &#8230; bukankah Aku ini Tuhanmu?</em>&#8221; Para ruh menjawab: &#8220;<em>Tentu wahai Tuhan, kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Penguasa seluruh alam. Kami siap menerima tugas suci ini atas nama Engkau. Akan kami nyatakan bahwa setiap yang kami kerjakan adalah atas Nama Engkau Yang Maha Pengasih dan Penyayang</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan memberi pengarahan kepada Ruh untuk berhati-hati menjalankan tugas berat. Karena seluruh makhluk tidak mampu membawa amanah ini. Tuhan mengingatkan: &#8220;<em>Hakikat dirimu adalah Aku ciptakan melalui Tiupan Ruh-Ku yang bersifat suci. Pada saatnya engkau harus kembali menghadap-Ku. Tubuhmu aku ciptakan dari Tanah yang memilki sifat rendah seperti binatang. Iblis akan selalu mengikuti engkau dibalik sifat-sifat kebinatangan ini. Jika engkau lengah atas dirimu sebagai tiupan Ruh-Ku, engkau akan ditenggelamkan kedalam lumpur hitam yang menyebabkan dirimu tak mampu keluar tanpa pertolongan- Ku. Engkau akan menjadi binatang yang sangat buas melampaui binatang yang telah Aku ciptakan dengan sifat serakah. Engkau akan saling membunuh dan merusak alam yang telah Ku ciptakan. Dan engkau akan menjadi penentang-Ku yang paling hebat seperti yang dilakukan Iblis kepada-Ku</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah &#8230; pertahankan dirimu sebagai Ruh Tiupan-Ku, bukan sebagai badan berunsur sari pati tanah. Engkau bertugas mengendalikan sifat-sifat badanmu yang selalu berkecenderungan terikat kepada asal muasal ciptaannya, yaitu tanah. Jangan seperti seorang kusir delman yang tidak mampu mengendalikan kudanya yang liar membawamu kemana saja. Tugasmu adalah mengendalikan kuda-kuda tersebut atas perintah-Ku.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika engkau mampu mengendalikannya, maka engkau telah memenuhi amanah-Ku. Engkau adalah wali-Ku, engkau adalah utusan-ku yang sejati. Saat ini, mulailah bertugas dengan tetap berpegang teguh mengingat-Ku setiap saat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan perasaan berat, Ruh tidak kuasa meninggalkan Tuhan menuju tempat yang asing baginya. Ia sudah merasa bahagia bersama Tuhan. Menikmati memandang Wajah-Nya yang tak terbandingkan. Ia masih ragu-ragu untuk memulai bertugas. Karena khawatir tidak bisa lagi berjumpa Tuhan. Keterikatannya terhadap Tuhan begitu kuat, sehingga berat rasanya untuk melangkah unjuk diri.</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=310&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2010/05/01/rindu-di-singgasana-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wilayah Kesadaran Ruh&#8230;.</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2010/04/15/wilayah-kesadaran-ruh/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2010/04/15/wilayah-kesadaran-ruh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 02:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patrap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat…!. Dimana letak Singasana Allah Yang Agung….!. Jika kalian wahai sahabat ada disana, berarti kita satu rumah…!. Ketika kita satu rumah…, apa kata pikiranmu…?. Apakah kita masih mengatakan: &#8220;Oh Tuhan-ku Yang Maha Agung…, Aku diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah…!. Ana khairun minhu khalaqtani min naarin…&#8221; Kalau masih…, maka dimanakah gerangan letak kesatuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=307&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Sahabat…!.</span><br />
Dimana letak Singasana Allah Yang Agung….!.<br />
Jika kalian wahai  sahabat ada disana, berarti kita satu rumah…!.<br />
Ketika kita satu rumah…, apa  kata pikiranmu…?.<br />
Apakah kita masih mengatakan:</p>
<p>&#8220;Oh Tuhan-ku Yang Maha  Agung…, Aku diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah…!. Ana  khairun minhu khalaqtani min naarin…&#8221;<br />
Kalau masih…, maka dimanakah gerangan  letak kesatuan RUH …??.<br />
Namun begitu…, tanda-tanda untuk itu masih ada dalam  suasana hati kita…!!.</p>
<p>Padahal katanya: &#8220;Aku ikut Allah saja…&#8221;.<br />
Akan  tetapi tanpa sadar kita pecah seperti orang syariat… lainnya,<br />
Akan tetapi  tanpa sadar kita pecah seperti orang hakekat… lainnya,<br />
Kalau begitu pastilah  diantara kita ada yang tidak duduk dalam ketundukpatuhan… .!<br />
Karena yang  diperdebatkan adalah pikiran si Anu, pikiran Abu Sangkan, pikiran  Deka…!</p>
<p>Kenapa kita tidak berada saja dalam satu rumah-Nya Yang Maha  Dekat…!.<br />
Lalu kenapa kita tidak saling membaca dengan kerendahan  hati…<br />
Bahwa syariat itu disatukan oleh apa….?.<br />
Bahwa hakekat itu juga  disatukan oleh apa…?<br />
Dua-duanya ternyata disatukan oleh RUH…!.<br />
RUH lah  yang membuat syariat mempunyai kedalaman makna…<br />
Dan…, RUH jualah yang membuat  hakekat mempunyai keindahan aturan-aturan…</p>
<p>Coba tengoklah sejenak sejarah  nenek moyang kita…!.<br />
Walau saat itu Adam, Malaikat, dan Iblis bersatu dalam  Rumah-Nya Yang Maha Dekat…<br />
Walau mereka masing-masing bermakrifat kepada  Allah dengan kualitas yang prima sekali…<br />
Walau Malaikat saat itu menyatakan:  &#8220;Aku ikut Allah…&#8221;, namun nyaris saja mereka ikut pikirannya sendiri. Hanya  kelembutan Allahlah yang menyelamatkan Malaikat dari keangkuhan pikirannya  sendiri…</p>
<p>Walau Iblis saat itu menyatakan: &#8220;Aku ikut Allah…&#8221;, namun saat  itu (bahkan sampai kapanpun) iblis ternyata masih keukeuh (ngotot) memakai  fikirannya sendiri:</p>
<p>&#8220;Ana khairun minhu khalaqtani min naarin…&#8221;, katanya  angkuh.</p>
<p>Lalu ada apa dengan kita…, wahai sahabat…?.<br />
Kalau kita berani  mengatakan : &#8220;Aku ikut Allah…&#8221;,<br />
Lalu kenapa kita tidak mau ikut alur PIKIRAN  ALLAH….?.</p>
<p>Dan tidaklah PIKIRAN ALLAH itu melainkan Al Qur&#8217;an…,<br />
Dan  tidaklah PIKIRAN ALLAH itu melainkan Syariat…,</p>
<p>Malaikat akhirnya ikut  PIKIRAN ALLAH, dengan sujud menghormat kepada Adam…<br />
Karena malaikat sadar ada  RUH (milik) TUHAN yang meliputi Adam…<br />
Dan bersujud, patuh, serta bertasbih  itulah bentuk kepatuhan Malaikat dalam bersyariat…</p>
<p>Akan tetapi…, Iblis  malah memilih untuk TETAP ikut pikirannya sendiri…<br />
Akibatnya Sang Iblis dalam  wilayah kemakrifatannya kepada Allah, justru jatuh menjadi makhluk yang sama  sekali tidak bersyariat…</p>
<p>Semoga kita semua berada  dalam wilayah <span style="color:#ff0000;">BUKAN</span> syetan…<br />
Wilayah yang <span style="color:#ff0000;">BUKAN</span> pikiran kita  sendiri.</p>
<p>Oleh sebab itu, targetkan dan raihlah agar  kita berada diwilayah:</p>
<p>&#8220;Aku mau ikut Allah,<br />
Dan …, Aku mau pula ikut  PIKIRAN ALLAH…,<br />
yaitu Al Qur&#8217;an dan Syariat (sunnah)…!&#8221;.<br />
Inilah suasana  Idul Fitri yang sebenarnya…!.<br />
Suasana Kesadaran RUH…!.<br />
Yang membuat  Mailaikat harus sujud…!</p>
<p>Abu Sangkan<br />
Shalat Center (SC)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=307&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2010/04/15/wilayah-kesadaran-ruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SETIAP JIWA ADALAH JIWA YANG BERNASIB BAIK.</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2010/04/05/setiap-jiwa-adalah-jiwa-yang-bernasib-baik-mtsc/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2010/04/05/setiap-jiwa-adalah-jiwa-yang-bernasib-baik-mtsc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 03:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[Golden Ways]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Mudah-mudahan sapa saya dalam Super Note yang sederhana ini mendapati Anda dalam kesehatan dan kedamaian. Dan semoga keindahan kebersamaan Anda dan keluarga selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Penyayang. Nasib. Demikian banyak bahasan mengenai nasib, banyak pujian karena nasib, tetapi lebih banyak lagi keluhan yang menyalahkan nasib. ……….. Sahabat saya yang sedang bekerja membuktikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=303&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan sapa saya dalam Super Note yang sederhana ini mendapati Anda dalam  kesehatan dan kedamaian. Dan semoga keindahan kebersamaan Anda dan keluarga  selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha  Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nasib.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Demikian banyak bahasan mengenai nasib,  banyak pujian karena nasib, tetapi lebih banyak lagi keluhan yang menyalahkan  nasib. </strong><br />
………..<br />
Sahabat saya yang sedang bekerja membuktikan  bahwa nasibnya baik,</p>
<p style="text-align:justify;">Terimalah ini tanpa  keraguan, bahwa</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Setiap jiwa adalah jiwa yang bernasib baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang disebut bernasib baik, BUKAN karena dia sudah terlahir  cerdas, atau mudah mendapatkan uang, atau terlahirkan di keluarga yang kaya  raya, atau yang semuanya sudah tersedia dengan mudah. Bukan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau,  seorang pemuda tidak bisa disebut bernasib baik, hanya karena dia menikah dengan  seorang gadis cantik yang cinta mati kepadanya, anak satu-satunya dari seorang  saudagar kaya raya, yang sudah sangat tua. Nasib baik bukanlah ‘hanya’  itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kita disebut bernasib baik karena kita diberikan kewenangan penuh  untuk memperbaiki kualitas hidup kita sendiri. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan,  apakah ada nasib yang lebih buruk bagi seseorang, jika apa pun yang dilakukannya  TIDAK akan bisa memperbaiki kehidupannya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Maha Penyayang, dan kita  diberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan kita melalui upaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih  ingat formula kita untuk Upaya? Saya ulangi ya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Upaya = Doa +  Tindakan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maka berdoalah, dan pastikanlah Anda bekerja keras untuk  memantaskan diri mendapatkan yang Anda minta dari Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka bekerja  keraslah, dan pastikan Anda berdoa sebelum bekerja, selama bekerja, sesudah  selesai bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu, waktu  Pak Mario mendapat bea siswa dan bersekolah di sebuah SMA di Chicago, saya agak  terheran-heran saat seorang guru memuji saya sebagai <strong>‘a hard working  student’</strong>, karena dua hal;</p>
<p style="text-align:justify;">yang pertama,<br />
saya belajar dengan lebih  sungguh-sungguh, karena saya termasuk siswa yang tidak terlalu mudah mengerti  pelajaran, dan karena saya termasuk yang kecerdasannya biasa dan sedang  menyesuaikan diri dengan bahasa Inggris dan budaya Amerika,</p>
<p style="text-align:justify;">dan yang  kedua,<br />
dalam pengertian saya waktu itu, belajar bukanlah  bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, dengan berjalannya waktu, menjadi semakin jelas bagi  saya bahwa</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa pun yang kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih  mampu, adalah pekerjaan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan,<strong> Bekerja keras adalah  mendahulukan tindakan yang memperkuat. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Malas  adalah mendahulukan apa pun yang melemahkan. </strong><br />
………..<br />
Contohnya  ya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bekerja keras adalah mendahulukan tindakan yang memperkuat. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti, Mendahulukan bergaul dengan rekan-rekan yang baik,  yang jujur, yang rajin, yang patuh kepada orang tua dan guru, dan yang memajukan  kegembiraan daripada membesarkan pertengkaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Anda menyebut contoh  di atas itu ‘pekerjaan mudah’, cobalah periksa <strong>besarnya godaan</strong> yang  mengajak kita untuk menjauhi yang baik itu semua, godaan untuk mendahulukan  kemalasan, untuk membolos, untuk ngeluyur dan ngerumpi tanpa guna, atau untuk  bertengkar dan berkelahi melawan jiwa-jiwa pelajar lain yang sebetulnya juga  sangat membutuhkan kebaikan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sebaliknya,<strong> Malas adalah  mendahulukan apa pun yang melemahkan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mohon adik-adik dan  anak-anakku yang terkasih, cermati contoh-contoh berikut ini, apakah ini  semua mudah atau sebetulnya ‘bekerja keras’?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena malas untuk masuk  kelas dan belajar, rekan-rekan saya melemparkan tas mereka melampaui tembok  belakang sekolah, bergotong-royong memanjat, melompat, dan melarikan diri ke  arah tempat keramaian.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian berlari dengan mematikan rasa malu karena  diperhatikan banyak orang, sebagian lagi lari dengan kekhawatiran besar akan ada  yang melihat dan melaporkannya ke orang tua, dan beberapa orang tidak bisa  berlari karena harus mencari dengan panik tas mereka yang diambil orang saat  mereka lemparkan melampaui tembok.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, di tempat-temat yang bukan  sekolah – mereka harus membunuh waktu menunggu waktu pulang, bercanda dan  tertawa melalui hati yang tahu bahwa yang mereka lalukan itu salah, lalu pulang  dengan hati yang hampa dan wajah yang dijaga seperti sudah berlaku sebagai anak  yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah itu semua bukan ‘bekerja keras’?</p>
<p style="text-align:justify;">Hm … seandainya  mereka menggunakan kemampuan untuk bekerja keras itu, sebagai kekuatan untuk  mendahulukan yang memperkuat mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, tunggu dulu … Ada  suara kecil di sana yang berseru,<br />
Pak Mario, saya tidak bekerja keras  khoq!? Saya bisa tidur seharian tanpa merasa berdosa. Saya juga tidak  berkeringat saat bangun, malah masih sangat lemas, dan merindukan tidur  lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk suara itu, ini penjelasannya:<strong> Dibutuhkan seseorang  yang keras kemauannya untuk mengorbankan masa depannya</strong>, dan menukarkan  kesejahteraan masa depannya dengan kenikmatan tidur yang berlebihan hari  ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dibutuhkan seseorang yang sangat hebat rasa percaya-diri-nya  untuk menjadikan dirinya orang kecil yang minta-minta dikasihani di masa  depan</strong>, dengan membunuh masa remajanya dengan melakukan hal-hal yang merusak  kesehatannya, merusak nama baik diri dan keluarganya, dan menjadikan banyak  orang mencatat namanya sebagai nama yang harus dihindari.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dibutuhkan  kekuatan luar biasa untuk memilih menjadi orang tidak baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adik-adik dan anak-anakku yang menjadi tujuan dari semua doa orang  tua kalian,</p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah mudah bagi Pak Mario untuk  berbicara kasar dan sombong kepada kalian yang sangat disayangi oleh orang tua  kalian &#8211; yang adalah saudara dan sahabat yang sangat saya hormati?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah  mungkin Pak Mario melakukan hal-hal yang melanggar moral agar kalian kehilangan  hormat kepada orang yang lebih tua?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah mungkin bagi Pak Mario untuk  berlaku tidak jujur dalam melayani adik-adik dan anak-anakku yang dikasihi  Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Dengarkan ini ya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mudah bagi jiwa yang baik, untuk  berlaku baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan,<strong> Sulit sekali bagi jiwa yang baik, untuk  berlaku yang tidak baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya,<strong> Mudah bagi jiwa yang  bingung, untuk berlaku tidak baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan,<strong> Sulit sekali bagi  jiwa yang belum ikhlas, untuk berlaku baik. </strong><br />
………..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siapa pun  yang ingin memperbarui nasibnya, harus memperbarui dirinya. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maka,  janganlah mengeluhkan keadaan Anda sekarang, tetapi berlaku seperti Anda ingin  hidup selamanya seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Anda tidak berbahagia dengan keadaan  Anda sekarang, janganlah tersinggung jika orang lain menasehatkan agar Anda  mengurangi atau meninggalkan kelakuan yang menjadikan Anda penikmat keadaan yang  Anda keluhkan itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Janganlah mengeluhkan suatu keadaan, tetapi  bersikap seperti mempertahankannya. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan jangan ragukan yang  ini,<strong> Dia yang mengeluhkan kehidupannya, tetapi tidak bersedia  memperbarui dirinya, akan menua lebih cepat dalam kualitas kehidupan yang sama. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sangat menghormati seseorang yang keras kepala, asal  kekerasan-kepalanya itu adalah untuk bersungguh-sungguh dalam sikap dan perilaku  yang membaikkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, <strong>Keras kepala-lah untuk kebaikan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya sangat khawatir melihat anak muda yang sangat penurut  kepada teman-temannya yang tidak menghormati orang tua dan mengabaikan  pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka,<strong> Janganlah menjadi penurut kepada yang tidak  membaikkan. </strong><br />
………..<br />
Adik-adik dan anak-anakku yang dalam  sepuluh tahun ini akan menjadi pribadi-pribadi yang dihargai dan dihormati oleh  lingkungannya,</p>
<p style="text-align:justify;">Pak Mario dulu adalah seorang siswa sekolah yang sering  mempertanyakan keadilan kehidupan, karena si Mario kecil itu hidupnya sederhana,  dan bahkan tidak jarang kekurangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pak Mario sering bersedih, karena  membandingkan kekurangannya dengan kelebihan orang lain. Pak Mario lupa  memperhatikan bahwa Ibu dan Bapak adalah orang tua yang sangat pengasih dan  mengurangi kesenangan mereka agar anak-anak mereka bergembira.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah  menyiksa diri sendiri seperti Pak Mario dulu ya?<br />
Jika kalian gunakan hati  baik kalian, akan jelas terlihat bahwa kalian memiliki lebih banyak hal yang  membahagiakan – daripada yang menyedihkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, <strong>Hati yang  penyedih akan selalu menemukan alasan untuk bersedih. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jangan begitu  ya?<strong> Bersemangatlah mengenai masa depan kalian. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena,  semua keadaan yang sedang membatasi kita ini – adalah keadaan  sementara.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak ada keadaan yang permanen.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Semuanya  berubah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jika kita tidak sedang menuju yang baik, kita harus  mempertahankan yang baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Atau, Jika kita tidak sedang menuju  yang baik, kita pasti sedang menuju yang tidak membahagiakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita  sedang tidak mempertahankan yang baik, kita sedang memajukan kelemahan  diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah,<strong> Setiap jiwa bertanggung-jawab atas kebaikan  hidupnya sendiri. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bekerja-keraslah semasa muda untuk menjadi pribadi  dewasa yang dihargai tinggi dan dihormati dengan tulus.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetap  berkhayal-lah, tetapi janganlah menggunakan khayalan Anda untuk melemahkan kerja  keras Anda hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantaskanlah Anda bagi penghargaan dan  bayaran-bayaran yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Semakin Anda pantas ber-rezeki baik,  semakin Anda kurang mengkhayalkan keberuntungan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang ini  penting ya?, bahwa …<strong> Keberuntungan bukanlah untuk ditemukan, tetapi  untuk dibuka. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semua sikap baik Anda dalam berhubungan dengan orang  lain, dan semua pikiran baik Anda dalam bekerja adalah untuk membuka pintu-pintu  rahmat di langit, yang akan dikirimkan kepada Anda dalam amplop dan karung yang  bertuliskan nama Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka indahkanlah nama yang Anda gunakan dalam  hubungan Anda dengan sesama, karena keindahan yang Anda isikan kedalam nama  itulah yang diperhatikan Tuhan.<br />
………..</p>
<p style="text-align:justify;">Yuk kita simpulkan  ya?<strong> Setiap jiwa adalah jiwa yang bernasib baik. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena, Dia bebas melakukan yang akan menjadikan dirinya  sekuat yang dapat diupayakannya, menjadi sebesar yang disungguhinya, dan menjadi  setinggi yang dimintakan ijinnya dari Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maka mengapakah kita  harus berkecil hati dalam kehidupan yang kebesarannya berada dalam kewenangan  kita untuk mengupayakan? </strong></p>
<p style="text-align:justify;">So …, be cool.<br />
Stay with me, walk with  me.<br />
Be my friend, be at my side.</p>
<p style="text-align:justify;">I am all  yours.<br />
………..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>My young friends, … make your parents proud! </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sadarilah, Anda pemilik kehidupan ini yang sebenarnya.<br />
Kami yang  tua-tua ini sedang bekerja keras untuk memastikan kalian hidup dalam masa depan  yang damai, yang kuat, dan yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami adalah Ibu dan Ayah  kalian,</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kami ada salah-salahnya dalam membantu kalian, ada  tidak-sabar-nya dalam mendidik, atau ada kurang bijak-nya dalam meneladankan  kebaikan, … kami mohon maaf ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mohon kalian mengerti, bahwa menjadi  orang tua itu tidak mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nanti, jika kalian telah memiliki bayi-bayi  kalian sendiri, kalian akan mengetahui dalam <em>first-hand experience</em> bahwa  menjadi orang tua yang lebih dewasa daripada anak-anaknya, yang mampu, yang  meneladankan kegembiraan dalam kehidupan yang tidak mudah ini, dan yang  menasehatkan keberanian untuk menghadapi masa depan yang juga belum tentu jelas  bagi kami yang tua ini, … bukanlah pekerjaan yang mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangi Ibu dan  Ayah kalian ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Kami juga sangat letih, tetapi kalian harus menjadi  pribadi-pribadi yang damai dan sejahtera dalam masa depan yang belum tentu  sempat kami hadiri nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami sendiri tidak lepas dari kekhawatiran dan  ketakutan-ketakutan kami sebagai orang tua, tetapi Tuhan menitipkan kalian  kedalam pemeliharaan kami, yang masih harus banyak belajar menyesuaikan diri  dengan tugas mendampingi pertumbuhan kalian sebagai pembesar masa  depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangi kami ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Mohon kalian nikmati keberadaan kalian  dengan kami sekarang, karena kalianlah yang akan hidup lebih lama daripada kami,  kalianlah yang akan hidup dalam masa depan yang kami impikan bagi kalian bahkan  sebelum kelahiran kalian.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangi kami ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Kebahagiaan kami adalah  melihat kalian tumbuh dengan gembira, terlengkapi dalam pendidikan kalian, dan  maju memasuki kehidupan sebagai pribadi dewasa yang baik dan berharapan  besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua itu kami lakukan dengan penuh kasih, karena kalian lahir  melalui kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka …, dapatkah kami meminta kepada hati baik kalian untuk  membantu kami merasa bahwa upaya kami untuk mendampingi pertumbuhan kalian,  adalah sebuah upaya yang indah?<br />
………..<br />
Sahabat saya yang muda dan yang indah kebesaran masa  depannya,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Orang tua adalah wakil Tuhan dalam kehidupan  kita.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Muliakanlah orang tua Anda, karena …<strong> Tidak ada orang  yang memuliakan orang tuanya, yang tidak dimuliakan kehidupannya. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadiahkanlah hati terlembut Anda bagi Ibu dan Ayah. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian lihatlah bagaimana sinar surga berpendar dari wajah-wajah  terkasih, yang guratan-guratan ketuaannya sebagian adalah karena kesulitan dalam  mendidik kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ibu dan Ayah Anda bukanlah orang biasa, jika tidak &#8211;  mengapakah mereka dipilih Tuhan untuk menghadirkan Anda dalam kehidupan ini. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hormati dan sayangilah Ibu dan Ayah, … lalu perhatikan apa yang  terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">………..</p>
<p style="text-align:justify;">So, this is Sunday night, …<br />
and tomorrow we  shall meet the world again in better lights!</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan minggu yang  baru ini menyambut Anda semua dengan kebaikan, kemudahan, dan kekuatan yang  mendekatkan Anda kepada impian-impian hati Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Loving you  all as always,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mario Teguh</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=303&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2010/04/05/setiap-jiwa-adalah-jiwa-yang-bernasib-baik-mtsc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>.:POSITIONING&#8230;.&#8221;Menumbuhkan &amp; melatih lalu mengelola kesadaran Ruh&#8221;</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2010/03/31/positioning-menumbuhkan-melatih-lalu-mengelola-kesadaran-ruh/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2010/03/31/positioning-menumbuhkan-melatih-lalu-mengelola-kesadaran-ruh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 07:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patrap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali. Tapi semua itu mulai dari saya paham dulu sampai yakin seyakin-yakinnya tentang alamat tempat bergantung saya. Al Qur&#8217;an mengatakan WA&#8217;TASHIMU BILLAH&#8230;, bergantunglah, berpegang teguhlah kepada Allah. Lalu saya ikuti saja perintah ayat itu. Jadi syarat awalnya hanya satu yaitu, tentang Allah kita harus sudah final. Tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=298&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali.</p>
<p>Tapi semua itu mulai dari saya paham dulu sampai yakin seyakin-yakinnya tentang alamat tempat bergantung saya. Al Qur&#8217;an mengatakan WA&#8217;TASHIMU BILLAH&#8230;, bergantunglah, berpegang teguhlah kepada Allah. Lalu saya ikuti saja perintah ayat itu.</p>
<p>Jadi syarat awalnya hanya satu yaitu, tentang Allah kita harus sudah final. Tidak ada lagi pertanyaan kita tentang dimana Allah, tentang bagaimana kita berjumpa dan menghadap Allah, tentang bagaimana Allah merespon kita. Tinggal GO saja. Just do it&#8230;!, Menghadap Allah dan berbuah DERR.</p>
<p>Nah&#8230;, sebelum turun dari tempat tidur saya positioning dulu sampai DERR. Ini butuh 1-3 menit. Ada muncul suasana syukur yang penuh sukacita, yang kalau dibahasakan jadi sebentuk do&#8217;a: &#8220;Alhamdulillahillad zi ahyanaa ba&#8217;damaa amaatanaa wailaihinnusyuur. ..&#8221;. Lalu baru saya turun dari tempat tidur dan beraktifitas sambil saya pertahankan suasana DERR itu. &#8230;</p>
<p>Suasana DERR itu kemudian diperkuat lagi dalam setiap shalat, dan juga dalam wirid-wirid sederhana seperti Subhanallah. .., Alhamdulillah. .., Laa ilaha Illallah&#8230;, Alahu Akbar&#8230;!. Singkat saja, tapi ada DERR nya. Kalau tidak ada DERR nya artinya itu kita sedang NGELINDUR.</p>
<p>Lalu saya positioning bahwa apapun yang saya lakukan hari ini hanya dan hanya karena saya semata-mata adalah hamba Allah. Saya siap untuk merangkai karya, cipta, dan karsa: &#8220;tugas hamba hari ini apa ya Allah&#8230;, DERR. Tuntun saya ya Allah&#8230;, DERR&#8230;</p>
<p>Saya lalu menarik nafas dengan sukacita, memandang istri dan anak dengan sukacita, kadang main GOLF dengan sukacita, sarapan dengan sukacita. DERR&#8230;</p>
<p>Saat berjalan ketempat kerja, ditempat kerja, sampai pulang lagi kerumah, saya coba mempertahankan suasana DERR itu.</p>
<p>Sesekali suasana DERR itu ada copotnya juga sih, dan itu akibatnya langsung terasa. GARING banget. Buru-buru saya positioning lagi agak sejenak. DERR lagi, dan tubuh ini terasa ringan sekali. Tubuh saya seperti dilewati oleh angin begitu saja. Karena RUH maknanya adalah ANGIN (RIH).</p>
<p>Saat mau tidur, saya &#8220;pandang&#8221; sekilas tubuh saya dan berkata: &#8220;Wahai tubuhku, rihlah lah, rehatlah, istirahatlah, rahmat Allah bersamamu. Kemudian saya menyampaikan kesiapan saya kepada Allah: &#8220;Saya siap ya Allah&#8230;, ambillah&#8230;, aku adalah milikmu, tempat kembaliku yang paling hakiki adalah disisi-Mu&#8230; , DERR&#8221;, lalu saya lenyap dalam hitungan belasan detik. Saya seperti berlalu bersama angin, kembali kerumah Angin, pulang kerumah Nafas.</p>
<p>Tidak ada mimpi, tidak ada apa-apa&#8230;. Bangun tidur, terasa seperti dirembesi gitu&#8230;, DERR&#8230;, DERR&#8230;</p>
<p>Begitulah siklus yang saya lakukan kalau saya terjemahkan kedalam bentuk kata-kata. Sedangkan suasana yang sebenarnya jauh lebih sederhana dari itu&#8230;</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Salam<br />
Deka (SC)</p>
<p style="text-align:justify;">Cat:<br />
Terakhir, kalaupun ada orang yang tidak cocok dengan apa-apa yang saya lakukan ini, ya monggo saja. Dan saya juga tidak tahu apakah hal seperti ini ada referensi dari Al Hadist atau ayat Al Qur&#8217;annya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=298&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2010/03/31/positioning-menumbuhkan-melatih-lalu-mengelola-kesadaran-ruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akan Cantikkah Hidupku?</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2008/12/30/akan-cantikkah-hidupku/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2008/12/30/akan-cantikkah-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 12:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Golden Ways]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Akan Cantikkah Hidupku? Catatan Akhir tahun untuk…… “My Birthday, 29-12-08 and New Year , 1-Muharram-1430H” Aku bertanya, untuk yang keseribu kali dalam keluh rasa ragu ku yang lama letih takut ku bertanya …akan cantik kah hidupku? akan kah hidup ku pernah mendekati yang indah, yang terpikul lebih ringan, dan terhirup lebih harum? sepanjang jalan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=293&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#0000cc;">Akan Cantikkah Hidupku?</span></strong><span style="color:#d60093;"><br />
Catatan Akhir tahun untuk…… “My Birthday, 29-12-08 and New Year , 1-Muharram-1430H”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> Aku bertanya, untuk yang keseribu kali dalam keluh rasa ragu ku yang lama letih takut ku bertanya …akan cantik kah hidupku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">akan kah hidup ku pernah mendekati yang indah, yang terpikul lebih ringan, dan terhirup lebih harum?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">sepanjang jalan ini telah mengenal kubukan sebagai yang bernafas karena bagi yang hidup, aku ini sebaik tak bernafas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">berjalan sendiri dengan kepala kosong dan senyap dan selalu kesenyapan dari kesedihan ini<br />
memekakkan telinga hati ku dengan pertanyaan yang berulang sama …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">akan cantik kah hidup ku?, bagaimana ku tahu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku sudah letih mencoba membaikkan diri ku untuk mereka yang lalai membaikkan diri untuk ku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku telah sibuk berpeluh tanpa boleh letih untuk upah yang mengecilkan diri ini di hadapan impian-impian terlemah ku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">apa lagi kah yang dapat ku upayakan, yang ini pun karena aku masih meminta?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">akan cantik kah hidupku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">mengapakah mudah bagi orang lain untuk hidup mudah, saat aku tak bisa melihat apapun yang mungkin?</span></p>
<p>mungkin aku tak sendiri pasti ada banyak jiwa yang nanar memandang hidup ini dengan kelopak mata yang berat dan bengkak karena ketersesatan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ingin aku menangis, tapi mataku kering.dan aku telah berulang kali berjanji, aku tak kan menangis lagi, lagi pula,<span> </span>untuk apa air mata bagi mata ku,<span> </span>bila hati ku telah lama melolong<span> </span>dalam tangisan yang tak terdengar?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">selama aku yakin, aku benar dia yang tak sependapat, harus dikalahkan. selama aku yakin, aku benar aku bicara lebih keras, sebagai tanda aku benar. aku rendahkan yang tak ku setujui</span></p>
<p>aku tak butuh nasehat nasehat adalah untuk orang lemah. aku sudah cukup tahu yang ku perlukan, yang tak ku tahu, tak ku perlukan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku heran pada orang yang heran pada sikap ku tetapi …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">yang ku yakini tak kunjung terbukti. yang ku salahkan terbukti membahagiakan orang lain<br />
yang ku abaikan menjadi yang menghormatkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku jenderal dengan bintang kulit kerang, aku pendekar dengan pedang bamboo, dan aku saudagar dengan uang daun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">pasti ada yang salah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ingin ku bilang pasti mereka yang salah, tetapi mengapa hanya aku yang tertinggal?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ini yang tak enak ku akui. seyakin-yakinnya aku, aku juga tidak buta, aku bisa melihat aku terbang dalam keyakinan ku, tetapi melata dalam kenyataan ku. mereka yang ku rendahkan itu hidupnya tinggi mengalun di awan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">sedangkan aku mengajari mereka mengenai yang benar dari keadaanku yang susah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">ingin aku umumkan kepada diriku untuk bersabar, tetapi aku tak mengenal kata sabar<br />
segalanya harus sekarang, harus segera terutama karena sekarang aku ini susah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku sudah memenuhi tahun-tahun yang panjang ini dengan kata nanti tetapi nanti ku panjang, lama … dan terseret seret</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">pedih ku akui aku sebetulnya telah lama menyiksa diriku sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">tetapi lamat-lamat aku ingat bahwa Tuhan Maha Memaafkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">entah karena aku sudah tak punya pilihan lain, atau karena aku telah terlalu letih. aku mendengar Nama Yang Maha Pemaaf dengan perasaan tergantung dari sebuah ketinggian yang pernah aku tinggalkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">sekarang terasa betapa penting Nama itu aku butuh dimaafkan aku memohon maaf. aku telah banyak menistakan nikmat Tuhan padahal pernah ku dengar pensyukuran nikmat adalah tangga menuju nikmat berikutnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku telah menyia-nyiakan waktu ku padahal waktu adalah pembentuk hidup ku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku menolak nasehat baik orang lain padahal semua nasehat baik <span> </span>adalah pesan dari Tuhan<br />
melalui manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku minta maaf …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tuhan aku minta maaf. dari relung-relung kosong hati ku yang merasa tidak berhak untuk meminta ini aku memohon ijin Mu untuk bertanya lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tuhan, akan cantik kah hidupku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">yang kulakukan memang jauh dari cantik. yang selama ini ku dapat sama sekali tidak cantik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">nama ku biasa, tak terhormat. bicara ku selalu tak mereka dengar, kalau pun mereka dengar, mereka abaikan mereka berbicara seperti aku tak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">tetapi, Engkau Maha Berkuasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">sehingga, bukankah aku tidak harus cantik sebelum Engkau mencantikkan hidup ku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Engkau sangat berkuasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku tahu bila Engkau berkenan Engkau akan mencantikkan hidup ku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">tapi mungkin Engkau masih murka karena pikiran, sikap, dan perilaku ku dulu dan mungkin Engkau sedang menghukum ku. atau mungkin Engkau tak sampai hati untuk menghukum ku<br />
<strong>tetapi pasti Engkau sedang mengajari ku sesuatu.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">itu pedih ku katakana tetapi memang mungkin aku pantas Kau abaikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">tetapi, Tuhan … dengar dan lihatlah ini aku telah lama terluka oleh pelukaan yang ku lakukan sendiri</span></p>
<p>karena Engkau Yang Maha Pengasih …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">maka aku yakin sebetulnya Engkau kasihan melihat ku begini. aku memang belum tahu<br />
seberapa besar kasih sayang ku kepada Mu tetapi aku tahu bahwa kasih Mu besar kepada ku<br />
maka aku memohon …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tuhan ku sayangilah aku maafkanlah aku besarkanlah kecintaan ku kepada Mu</span></p>
<p>aku tahu pengabaian ku kepada Mu, sama sekali tak merugikan Mu tetapi janganlah Engkau mengabaikan ku, <strong>karena tak ada kerugian yang lebih besar dari itu</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">bukankah sekarang Kau dengar aku sudah orang yang lain aku sudah baru. maka janganlah lama Kau biarkan aku hidup dalam keletihan yang sudah panjang ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">aku pribadi baru. Karena tidak ada pribadi yang tidak terbarukan jika ia memperbarui kasih sayangnya kepada Mu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">indah, jernih, damai, dan segar kecintaan ku kepada Mu Tuhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">tak apa Kau biarkan aku merasakan kesusahan ini yang mudah-mudahan tak lama tetapi bila cara Mu mencintai ku adalah menaruh ku dalam kesusahan, <strong>maka aku tulus menerimanya apakah ada daya ku menolak Mu?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">bila aku menangis dalam kesedihan ku dan bila Engkau biarkan aku lama di situ maka itu pasti karena Engkau menemukan keindahan di dalam keluhan ku karena selama ini aku baru <strong>mendekati doa hanya bila aku merasa sedih</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">sekarang aku berjanji untuk melebihkan <strong>doa dan memuji Mu dalam kegembiraan ku</strong><br />
agar Engkau tak melihat perlunya membuat ku bersedih untuk mendengar suara-suara indah dari doa dan syukur ku kepada Mu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">engkau Tuhan ku, Engkau kecintaan hidup ku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">tidak ada lagi kegelapan saat ku hadapkan wajah ku, dengan keikhlasan untuk menyerahkan keseluruhan hidup ku kepada Mu. dan bahwa Engkau alasan dari kualitas hidup ku agar aku <strong>bersanding mesra di sisi Mu Yang Mulia saat aku hidup dalam kehidupan setelah kehidupan ini</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">entah mengapa aku sekarang merasa tak beda antara hidup dan mati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">karena bila hidup ini indah maka mati ku pun akan indah<span> </span>bagi orang yang merindukan Mu, mati adalah awal dari pertemuan indah yang dirindukannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tuhan ku yang amat ku cintai, cintailah aku cantikkanlah hidupku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sesungguhnya Shalatku, Urusanku, hidupku, matiku, adalah persembahan ku kepada Mu maka cantikkanlah persembahan ku </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">……… </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kind Regards. </span><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">………</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=293&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2008/12/30/akan-cantikkah-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Nama</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2008/11/26/arti-sebuah-nama/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2008/11/26/arti-sebuah-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 08:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Golden Ways]]></category>
		<category><![CDATA[StartPoint]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Nama adalah alamat ditujukannya semua kebaikan. Mulailah penghormatan kepada diri sendiri, dengan memantaskan nama yang baik bagi Anda dalam berkomunikasi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang Anda harapkan berpengaruh bagi kualitas hidup Anda. Bila Anda perduli dengan bagaimana orang menghargai Anda, perbaikilah nama yang Anda gunakan bagi ingatan mereka, bagi pujian mereka, bagi rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=272&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nama adalah alamat ditujukannya semua kebaikan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Mulailah penghormatan kepada diri sendiri, dengan memantaskan nama yang baik bagi Anda dalam berkomunikasi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang Anda harapkan berpengaruh bagi kualitas hidup Anda.</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Bila Anda perduli dengan bagaimana orang menghargai Anda, perbaikilah nama yang Anda gunakan bagi ingatan mereka, bagi pujian mereka, bagi rasa terima kasih mereka, bagi kepercayaan mereka, dan bagi penghormatan mereka kepada Anda.</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Yang Anda lakukan adalah cerminan dari penghormatan Anda kepada diri Anda sendiri. Dan berdasarkan itulah, orang lain menentukan penghargaan mereka kepada Anda.</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Dampak pribadi Anda kepada orang lain, hanya sebaik penghormatan mereka kepada diri Anda. </span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;">Dan penghormatan mereka kepada Anda, ditentukan oleh sebagaimana baiknya Anda menghormati diri sendiri.</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Marilah kita mensyukuri kehidupan yang telah dihadiahkan Tuhan kepada kita, dan memantaskan penghormatan yang sebaik-baiknya yang bisa kita upayakan untuk diri kita. </span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ya Tuhanku, tempatkanlah Aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.&#8221; (QS. 23:29)</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=272&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2008/11/26/arti-sebuah-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Indonesia Emas</title>
		<link>http://webpart2.wordpress.com/2008/11/21/menuju-indonesia-emas/</link>
		<comments>http://webpart2.wordpress.com/2008/11/21/menuju-indonesia-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 02:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Part2</dc:creator>
				<category><![CDATA[The ESQ Way 165]]></category>
		<category><![CDATA[Temu Alumni ESQ III]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://webpart2.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir Rahmanir Rahiim Pada hari ini Jum&#8217;at 21 November 2008, bertempat di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar tengah berlangsung kegiatan Temu Alumni ESQ 165 III se-Indonesia dan yang Pertama se-Dunia. Kegiatan ini Insya Allah Berlangsung selama 3 hari. Sebagai Alumni, tentunya besar keinginan untuk ikut menghadiri acara tersebut, guna mempererat tali silaturahmi sesama Alumni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=246&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bismillahir Rahmanir Rahiim</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><a href="http://webpart2.files.wordpress.com/2008/11/165.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-263" title="165" src="http://webpart2.files.wordpress.com/2008/11/165.jpg?w=98&#038;h=98" alt="165" width="98" height="98" /></a>Pada hari ini Jum&#8217;at 21 November 2008, bertempat di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar tengah berlangsung kegiatan Temu Alumni ESQ 165 III se-Indonesia dan yang Pertama se-Dunia. Kegiatan ini Insya Allah Berlangsung selama 3 hari.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebagai Alumni, tentunya besar keinginan untuk ikut menghadiri acara tersebut, guna mempererat tali silaturahmi sesama Alumni ESQ<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Just2Share:<br />
Mudah2an melalui kegiatan temu Alumni ESQ 165 ini Allah SWT memberikan berkah bagi kita semua&#8230; baik sesama alumni, warga makassar selaku tuan rumah dan ter khusus Bangsa Indonesia. kita tahu bahwa Krisis sGlobal telah melanda berbagai bangsa di Dunia tak terkecuali Bangsa Indonesia.<br />
Temu alumni ini adalah yang ke 3 se-Indonesia, suatu pertanda bahwa perubahan itu telah dimulai dan sedang berlangsung, matahari itu telah terbit, dan </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">melalui ESQ 165 </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Generasi Emas telah lahir&#8230;<br />
Mari Ikhlas kan diri menjadi agen-agen perubahan itu di mana pun kita berada&#8230;dengan mengaktualisasikan Nilai-Nilai 165 dalam setiap aktivitas keseharian kita&#8230; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Insya Allah Bangsa Indonesia segara Bangkit Menuju Perubahan yang lebih baik,.. Menuju Indonesia Emas. Amiin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mari jadikan Diri, Keluarga, dan Tempat dimana kita berpijak sebagai sajadah panjang untuk bersujud mengabdi pada Sang Khaliq..</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#ffcc00;">Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,<br />
dan bulan apabila mengiringinya,<br />
dan siang apabila menampakkannya,<br />
dan malam apabila menutupinya,<br />
dan langit serta binaannya,<br />
dan bumi serta penghamparannya,<br />
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.<br />
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,<br />
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.<br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(QS. 91:1-10)</span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Salam 165&#8230;.</span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;">* Penulis Adalah Alumnus ESQ Eksekutif Ang I Makassar.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/webpart2.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/webpart2.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=webpart2.wordpress.com&amp;blog=3790854&amp;post=246&amp;subd=webpart2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://webpart2.wordpress.com/2008/11/21/menuju-indonesia-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ce92bab3385218b4a6b248c5dcaa60f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Part2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://webpart2.files.wordpress.com/2008/11/165.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">165</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
